Senin, 26 Oktober 2026

Beranda / Tips

Merawat Baterai HP dan Laptop agar Awet: Kebiasaan Benar dan Mitos yang Perlu Dilupakan

Baterai lithium-ion menua seiring pemakaian, tetapi kebiasaan sehari-hari bisa memperlambatnya. Kenali kebiasaan yang membantu dan mitos yang tidak perlu Anda ikuti.

TE
TeknoKini Team · 21 Oktober 2026 · 2 menit baca
Merawat Baterai HP dan Laptop agar Awet: Kebiasaan Benar dan Mitos yang Perlu Dilupakan
Foto: Nubelson Fernandes / Unsplash

Setelah satu-dua tahun, banyak orang merasa baterai ponsel atau laptopnya cepat habis. Itu wajar: baterai lithium-ion memang menua. Namun kecepatan penuaannya sangat dipengaruhi kebiasaan Anda. Berikut yang benar-benar membantu, dan mitos yang bisa Anda lupakan.

Kenapa baterai bisa menurun

Setiap siklus pengisian dan pemakaian perlahan mengurangi kapasitas maksimum baterai. Dua hal mempercepatnya: panas dan berada terlalu lama di kondisi ekstrem seperti sangat penuh atau sangat kosong. Kita tidak bisa menghentikan penuaan itu, tetapi bisa memperlambatnya.

Kebiasaan yang membantu

  1. Jauhkan dari panas. Hindari mengisi daya sambil bermain gim berat, menutupnya dengan bantal atau selimut, atau meninggalkannya di dashboard mobil. Panas adalah musuh utama baterai.
  2. Tidak perlu selalu 100 persen. Banyak produsen menyarankan menjaga level di kisaran menengah bila memungkinkan. Tidak perlu kaku, cukup hindari membiarkannya di nol atau di penuh dalam waktu lama.
  3. Pakai fitur bawaan. Pengisian teroptimasi, pembatas pengisian, atau mode perawatan baterai yang tersedia di banyak ponsel dan laptop membantu mengatur ini otomatis.
  4. Gunakan pengisi daya berkualitas. Pengisi bawaan atau yang bersertifikat lebih aman daripada pengisi murah tak jelas mereknya.
  5. Perbarui sistem. Pembaruan kadang menyertakan perbaikan manajemen daya.
  6. Kurangi beban yang tak perlu. Kecerahan layar tinggi, aplikasi yang aktif terus di latar belakang, dan koneksi yang tidak dipakai membuat baterai bekerja lebih keras.

Tips khusus laptop

  • Bila laptop hampir selalu tertancap di meja, aktifkan pembatas pengisian jika ada, agar baterai tidak terus berada di kondisi penuh.
  • Pastikan lubang ventilasi tidak tertutup dan bersihkan debu secara berkala.
  • Untuk penyimpanan berbulan-bulan, simpan dengan daya sekitar setengah di tempat sejuk, bukan penuh atau kosong.

Mitos yang tidak perlu dipercaya

MitosKenyataan
Baterai baru harus dikuras habis duluTidak perlu pada baterai lithium-ion modern
Mengisi semalaman pasti merusakPerangkat modern punya proteksi saat penuh, tetapi panas tetap perlu dihindari
Pengisian cepat selalu merusakPerangkat mengatur arus dan suhu, tetapi pengisian cepat yang berulang sambil panas tetap kurang ideal
Mencabut pengisi daya di 100 persen wajibTidak wajib, perangkat berhenti mengisi saat penuh
Aplikasi penghemat baterai pihak ketiga selalu membantuBanyak yang justru menambah beban dan tidak diperlukan

Kapan baterai perlu diganti

Jika daya turun drastis, perangkat tiba-tiba mati saat persentase masih tinggi, atau bodi tampak menggembung, jangan ditunda. Baterai menggembung berbahaya, jadi hentikan pemakaian dan bawa ke pusat servis resmi. Beberapa ponsel dan laptop menampilkan informasi kesehatan baterai di pengaturan sehingga Anda bisa memantaunya.

Kesimpulan

Perawatan baterai tidak perlu rumit: jauhkan dari panas, hindari ekstrem terlalu lama, pakai pengisi daya yang layak, dan manfaatkan fitur bawaan. Kebiasaan sederhana itu bisa membuat perangkat terasa awet lebih lama.

Bagikan:WhatsAppXFacebook

Artikel Terkait