Ketika laporan serangan drone menghantam tiga fasilitas Yandex di Rusia antara 7 sampai 11 Oktober 2026, spekulasi bergerak cepat di Internet: jaringan bot berbahaya dan operasi manipulasi media sosial Rusia diperkirakan ikut lumpuh. Grafik lalu lintas yang jatuh tajam menjadi bukti bagi sebagian orang.
Cloudflare duduk menganalisis data Radar dan Bot Management-nya, dan cerita yang muncul ternyata tidak segaris dengan spekulasi itu. Yang padam adalah server. Yang berpindah adalah bot.
Dua Jaringan Yandex, Dua Sifat Berbeda
Cloudflare menelusuri dua sistem otonom (ASN) milik Yandex yang peranannnya berbeda:
- AS13238 (Yandex Search) - digunakan mesin pencari. Sekitar 99,5 persen permintaannya diklasifikasi otomat, dan 93,6 persen di antaranya bot bertanda Verified. Isinya hampir semuanya penjelajah web yang mengindeks halaman, gambar, dan aset situs.
- AS200350 (Yandex.Cloud) - jaringan hosting awan. Sekitar 95 persen permintaannya dinilai bot, namun tak satu pun lulus verifikasi Cloudflare.
Pada 11 Oktober, lalu lintas Yandex Search jatuh 99 persen di bawah baseline normal, dan Yandex.Cloud 90 persen. Pasca pemulihan parsial, kedua jaringan masih bertahan sekitar 86-90 persen di bawah titik normal hingga analisis dipublikasikan pada 14 Oktober.
Otomat Berahayal Migrasi Dalam Hitungan Jam
Klaim bahwa lalu lintas bot berbahaya ikut mati tidak tertolong oleh data. Cloudflare menelusuri satu akun pelanggan sektor perjudian yang menjadi sasaran mayoritas lalu lintas bot Yandex.Cloud. Sesaat setelah gangguan 8 Oktober, permintaan bot dari Yandex.Cloud ke akun itu jatuh ke nol. Bersamaan, permintaan serupa mulai muncul dari penyedia hosting Rusia lain, termasuk Radist dan Selectel.
Identifikasi besarnya sama persis: jejak klien TLS JA4 identik, jalur permintaan dan header yang tak lazim identik, bahkan string User-Agent kustom yang sama. Analisis mencatat volume bot Rusia yang menargetkan akun-akun perjudian praktis tidak berubah sepanjang pekan: dari 167,7 juta menjadi 170,1 juta permintaan, naik 1,4 persen. Kerjanya berlanjut - yang berpindah hanya tempat.
Di garis lain, sebagian kegiatan memang lenyap sementara: penyusupan plugin WordPress turun 90 persen dan permintaan pemindai kerentanan turun 93 persen dari ASN itu. Blokir dari pelanggan Cloudflare terhadap Yandex.Cloud juga turun 70 persen, pertanda lalu lintas semacam itu benar-benar berkurang sampai ke pelindung WAF pelanggan.
Apa Artinya bagi Pemilik Situs
Tiga pelajaran dari tulisan Cloudflare:
-
Volume lalu lintas per jaringan bukan penunjuk. Jaringan yang padam memang berhenti mengirim permintaan, tetapi itu tidak menjelaskan gerak otomat berbahaya.
-
Periksa perilaku, bukan sumber alamat. Fingerprint TLS yang sama, laju permintaan yang tak wajar, serta aturan WAF di jalur-jalur sensitif lebih bisa diandalkan.
-
Beban kerja awan itu portabel. Ketika satu data center padam atau rentang IP diblok, operator bisa memindahkan skrip ke penyedia lain dalam hitungan jam.
Cloudflare juga menegaskan tak ada bukti pada jaringannya bahwa serangan itu melumpuhkan manipulasi media sosial - baik dari lalu lintas asal Rusia maupun global. Pemeriksaan pada lalu lintas jejaring sosial memperlihatkan perubahan yang tak menonjol dari total permintaan maupun bot.
Kesimpulan analisis Cloudflare tegas: infrastruktur fisik statis, otomat jahat bergerak. Untuk masa-masa seperti ini, pertahanan yang mengandalkan laman sumber tunggal akan selalu kalah oleh mobilitas penyerang.