Senin, 26 Oktober 2026

Beranda / Internet

Cara Mengenali Phishing: Tanda Pesan dan Situs Palsu Sebelum Terlanjur Klik

Phishing menipu lewat pesan dan situs yang tampak resmi. Kenali tanda-tandanya, kebiasaan yang melindungi akun Anda, dan langkah darurat bila sudah terlanjur memasukkan data.

TE
TeknoKini Team · 21 Oktober 2026 · 2 menit baca
Cara Mengenali Phishing: Tanda Pesan dan Situs Palsu Sebelum Terlanjur Klik
Foto: FlyD / Unsplash

Phishing adalah penipuan yang menyamar sebagai pihak tepercaya, seperti bank, e-commerce, kurir, atau kantor Anda, untuk mencuri kata sandi, kode OTP, atau data kartu. Pelakunya tidak perlu meretas sistem canggih. Cukup membuat Anda percaya, lalu mengetik sendiri datanya.

Tanda-tanda pesan phishing

  • Mendesak dan menakut-nakuti. "Akun akan diblokir dalam 1 jam" atau "ada transaksi mencurigakan, konfirmasi sekarang". Tekanan waktu dipakai agar Anda tidak sempat berpikir.
  • Meminta data sensitif. Layanan resmi umumnya tidak meminta kata sandi atau kode OTP lewat pesan atau telepon.
  • Pengirim terasa janggal. Alamat email atau nomor yang tidak cocok dengan nama lembaganya, atau sapaan yang terlalu umum.
  • Tautan mencurigakan. Alamat yang berbeda tipis dari aslinya, memakai pemendek tautan, atau menyisipkan nama merek di bagian yang salah.
  • Lampiran tak terduga. Berkas yang Anda tidak minta, apalagi yang memintamu mengaktifkan makro atau memasang aplikasi.
  • Tawaran terlalu bagus. Hadiah, undian, atau pekerjaan dengan bayaran tidak masuk akal.

Cara memeriksa situs sebelum login

  1. Lihat nama domain yang sebenarnya. Bagian yang penting adalah domain tepat sebelum akhiran seperti .com atau .co.id. Pada alamat login.merek.contoh-lain.com, domain sebenarnya adalah contoh-lain.com, bukan merek.
  2. Jangan percaya gembok semata. Gembok hanya berarti koneksi terenkripsi. Situs palsu juga bisa memilikinya.
  3. Ketik sendiri alamat resmi atau buka lewat aplikasi resmi, jangan lewat tautan di pesan.
  4. Perhatikan detail. Salah ketik, tata letak berantakan, atau halaman yang meminta data berlebihan adalah tanda bahaya.
  5. Gunakan pengelola kata sandi. Ia mengisi otomatis hanya pada domain yang tersimpan, sehingga isian yang tidak muncul di situs mencurigakan adalah peringatan tersendiri.

Kebiasaan yang melindungi akun

KebiasaanManfaat
Autentikasi dua langkahKata sandi bocor saja tidak cukup untuk masuk
Passkey atau kunci keamanan bila tersediaTerikat ke situs asli sehingga sulit dipancing di situs palsu
Kata sandi unik per akunKebocoran satu layanan tidak menjalar ke akun lain
Jangan bagikan OTP kepada siapa punPetugas resmi tidak butuh kode itu
Verifikasi lewat kanal lainTelepon nomor resmi lembaga, bukan nomor di pesan

Kalau sudah terlanjur memasukkan data

Bertindak cepat mengurangi kerugian:

  1. Ganti kata sandi akun itu dan akun lain yang memakai kata sandi sama, dari perangkat yang aman.
  2. Keluarkan semua sesi login dan aktifkan autentikasi dua langkah.
  3. Hubungi bank atau penyedia layanan lewat kanal resmi bila data keuangan atau OTP ikut terbagi.
  4. Pantau transaksi dan notifikasi beberapa waktu ke depan.
  5. Laporkan pesan atau situs tersebut ke penyedia layanan terkait agar bisa ditindak.

Kesimpulan

Pertahanan terbaik terhadap phishing bukan perangkat lunak canggih, melainkan jeda beberapa detik sebelum klik. Curigai desakan, periksa domain, jangan bagikan OTP, dan aktifkan lapisan keamanan tambahan. Satu kebiasaan kecil itu sering cukup untuk menggagalkan penipuan.

Bagikan:WhatsAppXFacebook

Artikel Terkait